<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>ESG on Ekonomi dan E-Commerce Lintas Negara</title><link>https://ekonomiinternasional.com/tags/esg/</link><description>Recent content in ESG on Ekonomi dan E-Commerce Lintas Negara</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Tue, 27 Jan 2026 14:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://ekonomiinternasional.com/tags/esg/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Logistik Hijau: Tantangan Menyeimbangkan Kecepatan Pengiriman dan Emisi Karbon</title><link>https://ekonomiinternasional.com/posts/green-logistics-global/</link><pubDate>Tue, 27 Jan 2026 14:30:00 +0700</pubDate><guid>https://ekonomiinternasional.com/posts/green-logistics-global/</guid><description>&lt;p&gt;Memasuki tahun 2026, sektor logistik global berada di persimpangan jalan antara tuntutan konsumen akan pengiriman instan dan kewajiban korporasi untuk memenuhi standar &lt;strong&gt;Environmental, Social, and Governance (ESG)&lt;/strong&gt;. Fenomena &amp;ldquo;Logistik Hijau&amp;rdquo; bukan lagi sekadar pilihan etis, melainkan keharusan operasional bagi perusahaan ritel yang ingin tetap relevan di pasar internasional yang semakin sadar akan jejak karbon.&lt;/p&gt;
&lt;h3 id="dilema-kecepatan-vs-keberlanjutan"&gt;Dilema Kecepatan vs Keberlanjutan&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Kecepatan pengiriman sering kali berbanding lurus dengan peningkatan emisi. Pengiriman di hari yang sama (&lt;em&gt;same-day delivery&lt;/em&gt;) biasanya melibatkan beban muatan yang tidak maksimal pada kendaraan, yang secara signifikan meningkatkan emisi karbon per paket.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>